<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sharing Knowledge &#38; Information</title>
	<atom:link href="http://www.kasitau.info/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.kasitau.info</link>
	<description>bagi yang mau tau</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Apr 2010 16:28:55 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Tarif PPh 21 Wajib Pajak</title>
		<link>http://www.kasitau.info/2010/04/tarif-pph-21-wajib-pajak/</link>
		<comments>http://www.kasitau.info/2010/04/tarif-pph-21-wajib-pajak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Apr 2010 16:28:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iis Sabahudin</dc:creator>
				<category><![CDATA[unImportant]]></category>
		<category><![CDATA[pajak pph 21]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kasitau.info/2010/04/tarif-pph-21-wajib-pajak/</guid>
		<description><![CDATA[Besar Tarif PPh 21 Wajib Pajak
Ketentuan Lama
No.&#124; Lapisan Penghasilan&#124; Tarif
1.&#124; S.d. Rp. 25.000.000,- &#124;  5%
2.&#124; Diatas Rp. 25.000.000,-  s.d.  Rp. 50.000.000,- &#124;  10%
3.&#124; Diatas Rp. 50.000.000,-  s.d.  Rp. 100.000.000,- &#124;  15%
4.&#124; Diatas Rp. 100.000.000,-  s.d.  Rp. 200.000.000,- &#124;  25%
5.&#124; Diatas Rp. 200.000.000,- &#124; 35%
Ketentuan Baru
No.&#124; Lapisan Penghasilan&#124; Tarif
1.&#124; S.d. Rp. 50.000.000,- &#124;  5%
2.&#124; Diatas Rp. 50.000.000,-  s.d.  Rp. 250.000.000,- &#124;  15%
3.&#124; Diatas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Besar Tarif PPh 21 Wajib Pajak</p>
<p>Ketentuan Lama<br />
No.| Lapisan Penghasilan| Tarif<br />
1.| S.d. Rp. 25.000.000,- |  5%<br />
2.| Diatas Rp. 25.000.000,-  s.d.  Rp. 50.000.000,- |  10%<br />
3.| Diatas Rp. 50.000.000,-  s.d.  Rp. 100.000.000,- |  15%<br />
4.| Diatas Rp. 100.000.000,-  s.d.  Rp. 200.000.000,- |  25%<br />
5.| Diatas Rp. 200.000.000,- | 35%</p>
<p>Ketentuan Baru<br />
No.| Lapisan Penghasilan| Tarif<br />
1.| S.d. Rp. 50.000.000,- |  5%<br />
2.| Diatas Rp. 50.000.000,-  s.d.  Rp. 250.000.000,- |  15%<br />
3.| Diatas Rp. 250.000.000,-  s.d.  Rp. 500.000.000,- |  25%<br />
4.| Diatas Rp. 500.000.000,- | 30%</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.kasitau.info%2F2010%2F04%2Ftarif-pph-21-wajib-pajak%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px;margin-top:5px;"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kasitau.info/2010/04/tarif-pph-21-wajib-pajak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rahasia Kaya Raya dr Orang yang Sukses</title>
		<link>http://www.kasitau.info/2010/04/rahasia-kaya-raya-dr-orang-yang-sukses/</link>
		<comments>http://www.kasitau.info/2010/04/rahasia-kaya-raya-dr-orang-yang-sukses/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Apr 2010 14:00:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iis Sabahudin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info ttg Inspired Person]]></category>
		<category><![CDATA[Kaya]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kasitau.info/?p=203</guid>
		<description><![CDATA[Berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, saya dipertemukan dengan hamba-Nya yang satu ini. Beliau adalah seorang leader yang selalu mengayomi, memberikan bimbingan, semangat, inspirasi, ide dan gagasan segar. Beliau ekoseorang pemimpin yang mampu menggerakkan ratusan hingga ribuan anak buahnya. Beliau seorang guru yang memiliki lautan ilmu, yang selalu siap ditimba oleh anak-anaknya dan bagai tiada pernah habis.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_206" class="wp-caption alignleft" style="width: 298px"><a rel="attachment wp-att-206" href="http://www.kasitau.info/2010/04/rahasia-kaya-raya-dr-orang-yang-sukses/rich/"><img class="size-full wp-image-206 " title="lanang sugih arto" src="http://www.kasitau.info/wp-content/uploads/rich.gif" alt="" width="288" height="190" /></a><p class="wp-caption-text">rich boy</p></div>
<p>Tulisan ini bersumber dari kaskus. Karena menurut saya semua orang kepingin kaya, tapi kadang cara yang diambil &#8220;kegayus-gayusan&#8221;. Jadi saya rilis ulang di sini bagi kawan yang gak sempet mampir ke kaskus. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Amin&#8230;</p>
<p>Berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, saya dipertemukan dengan hamba-Nya yang satu ini. Beliau adalah seorang leader yang selalu mengayomi, memberikan bimbingan, semangat, inspirasi, ide dan gagasan segar. Beliau ekoseorang pemimpin yang mampu menggerakkan ratusan hingga ribuan anak buahnya. Beliau seorang guru yang memiliki lautan ilmu, yang selalu siap ditimba oleh anak-anaknya dan bagai tiada pernah habis.  Saat ini beliau memiliki berbagai macam bidang usaha, di antaranya sebagai supplier dan distribusi alat dan produk kesehatan, puluhan hektar tambak, puluhan hektar ladang, berpuluh rumah kos, ruko, stand penjualan di mall, apartemen dan lain-lain. Pernah saya mencoba menghitung, penghasilan beliau bisa mencapai Rp 1 Milyar per bulannya. Sebuah pencapaian luar biasa bagi saya dan kebanyakan orang lain.  Pertemuan antara saya dan beliau yang saya ceritakan di bawah ini terjadi beberapa tahun yang lalu, di saat penghasilan beliau masih berkisar Rp 200 juta per bulan. Bagi saya, angka ini pun sudah bukan main dahsyatnya. Sengaja saya tidak menyebutkan namanya, karena cerita ini saya publish belum mendapatkan ijin dari beliau. Kita ambil wisdomnya saja ya.  Suatu hari, terjadilah dialog antara saya dengan beliau di serambi sebuah hotel di Bandung . Saya ingat, beliau berpesan bahwa beliau senang ditanya. Kalau ditanya, maka akan dijelaskan panjang lebar. Tapi kalau kita diam, maka beliau pun akan &#8220;tidur&#8221;. Jadilah saya berpikir untuk selalu mengajaknya ngobrol. Bertanya apa saja yang bisa saya tanyakan.  Sampai akhirnya saya bertanya secara asal, &#8220;Pak, Anda saat ini kan bisa dibilang sukses. Paling tidak, lebih sukses daripada orang lain. Lalu menurut Anda, apa yang menjadi rahasia kesuksesan Anda?&#8221;  Tak dinyana beliau menjawab pertanyaan ini dengan serius.  &#8221; Ada empat hal yang harus Anda perhatikan,&#8221; begitu beliau memulai penjelasannya.</p>
<p>&#8230; penjelasannya di sini</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.kasitau.info%2F2010%2F04%2Frahasia-kaya-raya-dr-orang-yang-sukses%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px;margin-top:5px;"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kasitau.info/2010/04/rahasia-kaya-raya-dr-orang-yang-sukses/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Batang Toru, Serpihan Mutiara Hijau Sumatera</title>
		<link>http://www.kasitau.info/2010/03/leaflet-konservasi-hutan-batang-toru/</link>
		<comments>http://www.kasitau.info/2010/03/leaflet-konservasi-hutan-batang-toru/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Mar 2010 19:18:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iis Sabahudin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengumuman]]></category>
		<category><![CDATA[Batang Toru]]></category>
		<category><![CDATA[dukung]]></category>
		<category><![CDATA[Hutan]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi]]></category>
		<category><![CDATA[leaflet]]></category>
		<category><![CDATA[ocsp]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kasitau.info/?p=183</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-182" href="http://www.kasitau.info/2010/03/leaflet-konservasi-hutan-batang-toru/leaflet-batang-toru/"><img class="size-full wp-image-182 alignnone" title="Batang Toru, Serpihan Mutiara Hijau Sumatera" src="http://www.kasitau.info/wp-content/uploads/Leaflet-Batang-Toru.png" alt="" width="631" height="446" /></a></p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.kasitau.info%2F2010%2F03%2Fleaflet-konservasi-hutan-batang-toru%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px;margin-top:5px;"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kasitau.info/2010/03/leaflet-konservasi-hutan-batang-toru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menghadapi Terorisme dengan Pensil Bukan Bedil</title>
		<link>http://www.kasitau.info/2010/03/menghadapi-terorisme-dengan-pensil-bukan-bedil/</link>
		<comments>http://www.kasitau.info/2010/03/menghadapi-terorisme-dengan-pensil-bukan-bedil/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Mar 2010 05:57:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iis Sabahudin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humanitarian]]></category>
		<category><![CDATA[greg mortenson]]></category>
		<category><![CDATA[himalaya]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan]]></category>
		<category><![CDATA[nanggroe aceh darussalam]]></category>
		<category><![CDATA[pendaki]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah]]></category>
		<category><![CDATA[teror]]></category>
		<category><![CDATA[teroris]]></category>
		<category><![CDATA[terorisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kasitau.info/?p=153</guid>
		<description><![CDATA[Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso mengaku telah siap dengan pasukannya. Kekuatan yang disiapkan berasal dari Kodam I/Bukit Barisan, Kodam II/Sriwijaya, Badan Intelijen Strategis (BAIS) dan Komando Armada Wilayah Barat TNI AL. Demikian dikutip dari situs warta online detik. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3>Respon Terhadap Penumpasan Sarang Teroris di Nanggroe Aceh Darussalam</h3>
<p><a rel="attachment wp-att-156" href="http://www.kasitau.info/2010/03/menghadapi-terorisme-dengan-pensil-bukan-bedil/gultori/"><img class="alignleft size-full wp-image-156" title="Gultori" src="http://www.kasitau.info/wp-content/uploads/Gultori.jpg" alt="" width="297" height="200" /></a></p>
<p>Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso mengaku telah siap dengan pasukannya. Kekuatan yang disiapkan berasal dari Kodam I/Bukit Barisan, Kodam II/Sriwijaya, Badan Intelijen Strategis (BAIS) dan Komando Armada Wilayah Barat TNI AL. Demikian dikutip dari situs warta online <span style="text-decoration: underline;"><a href="http://www.detik.com/">detik</a></span>. Pada berita lain di situs yang sama diberitakan <span style="text-decoration: underline;"><span style="color: #0000ff;"><a href="http://www.detiknews.com/read/2010/03/06/005747/1312496/10/polisi-tambah-100-pasukan-ke-aceh">polisi menambah 100 pasukan dikirimkan ke Aceh</a></span></span> untuk menghadapi kelompok teroris di Aceh.</p>
<p>Itu adalah sekelumit berita yang menggambarkan bagaimana respon negeri ini ketika menghadapi isu <span style="text-decoration: underline;"><span style="color: #0000ff;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Terorisme">terorisme</a></span></span>. Upaya meningkatkan <span style="text-decoration: underline;"><span style="color: #0000ff;"><a href="http://www.harian-global.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=32333&amp;Itemid=53">keamanan negara</a></span></span> hingga ke <span style="text-decoration: underline;"><span style="color: #0000ff;"><a href="http://nasional.kompas.com/read/2009/08/19/09585133/dpd.pencegahan.teroris.harus.mulai.dari.rtrw">tingkat RT</a></span></span>, atau dengan memberikan <span style="text-decoration: underline;"><span style="color: #0000ff;"><a href="http://www.surya.co.id/2009/08/14/menhan-santunan-sosial-untuk-mencegah-terorisme.html">santunan kepada pemuda pengangguran</a></span></span> dianggap obat mujarab dan cara-cara paling tepat untuk menanggapi terorisme. Mungkin benar upaya-upaya tersebut merupakan obat mujarab, tapi belum tentu menjadi cara-cara paling tepat untuk menjamin terorisme tidak akan kambuh lagi.</p>
<p>Upaya meningkatkan keamanan Negara memang penting, memberikan santunan sosial untuk memberikan modal kerja bagi pemuda penganguran juga penting. Tapi tindakan tersebut bukanlah cara yang efektif mencegah terjadinya terorisme. Ujung tombak teror yang terjadi di negeri ini bukan dilakukan oleh orang yang tidak memiliki pekerjaan. Meski bukan pekerjaan formal, banyak pelaku teror memiliki mata pencaharian dan mempunyai penghasilan.</p>
<p>Motif pelaku-pelaku teror di lapangan melakukan aksinya, jika kita telusuri, bukanlah persoalan ekonomi. Hal-hal yang mendorong pelaku merelakan dirinya menjadi martir kebanyakan, jika tidak mau disebut semuanya, adalah ideologi. Ideologi yang mereka yakini tentu tidak datang serta merta seperti wahyu atau wangsit, tapi melalui serangkaian pendidikan. Jadi alangkah kelirunya mencegah terorisme dengan tindakan meningkatkan keamanan atau memberikan santunan sosial. Keduanya lebih merupakan reaksi atas terjadinya teror daripada upaya pencegahan, karena akar media pengembangbiakan terorisme tidak disentuh.</p>
<p>Yang mesti dilakukan pemerintah kita dan tentunya juga kita untuk mencegah berkembangbiaknya terorisme adalah mendidik dan mengajarkan kasih sayang antar sesama makhluk. Mendidik anak-anak kita, keluarga kita, tetangga kita untuk saling menyayangi dan tolong-menolong dengan kemampuan yang kita miliki. Bukankah menolong itu merupakan <span style="text-decoration: underline;"><span style="color: #0000ff;"><a href="http://www.dudung.net/artikel-islami/infak-vs-zakat-vs-sedekah.html">sedekah</a></span></span>. Dan bukankah Allah telah menjanjikan ganjaran yang lebih dari yang dapat kita perhitungkan dari sedekah yang kita berikan.</p>
<p>Bicara tentang tolong-menolong, kasih sayang dan pendidikan, patut kiranya kita melihat apa yang telah dilakukan <span style="text-decoration: underline;"><span style="color: #0000ff;"><a href="http://www.gregmortenson.com/biography/">Greg Mortenson</a></span></span>, seorang pendaki gunung asal Amerika. Pendaki yang gagal mencapai gunung tertinggi tertinggi kedua sedunia di <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pegunungan_Himalaya">Himalaya</a> ini telah meletakkan hatinya pada gunung tertinggi di planet manapun, <span style="text-decoration: underline;"><a href="http://www.threecupsoftea.com/">pendidikan untuk kaum pinggiran</a></span>. Greg telah menyaksikan terorisme hanya dapat dicegah dengan memberikan pendidikan setara kepada sebuah generasi yang miskin akses pendidikan dan kepada kaum yang selalu dinomorduakan dalam kesempatan mendapat pendidikan, perempuan.</p>
<p>Kasih sayang dan pertolongan yang Greg berikan kepada anak-anak, terutama perempuan, tidak melihat latar belakang yang ditolongnya, suku, kelas, kebangsaan dan agama sekalipun. Akses pendidikan yang Greg sediakan bagi Muslim di kaki Himalaya, pada akhirnya memberikan Greg keyakinan bahwa untuk menumpas terorisme bukan dengan kekuatan militer dengan persenjataan yang canggih, tapi dengan buku dan pensil.</p>
<p>Lalu bagaimana seharusnya negeri ini menumpas dan mencegah terorisme? Pemimpin negeri ini dan juga kita semua mungkin sudah seharusnya meraut pensil kita dan memberikannya kepada anak-anak di sekitar kita.</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.kasitau.info%2F2010%2F03%2Fmenghadapi-terorisme-dengan-pensil-bukan-bedil%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px;margin-top:5px;"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kasitau.info/2010/03/menghadapi-terorisme-dengan-pensil-bukan-bedil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>(Sambungan) Mata Pencaharian Masyarakat dan Dampaknya&#8230;</title>
		<link>http://www.kasitau.info/2010/01/sambungan-mata-pencaharian-masyarakat-dan-dampaknya5/</link>
		<comments>http://www.kasitau.info/2010/01/sambungan-mata-pencaharian-masyarakat-dan-dampaknya5/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2010 10:00:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iis Sabahudin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sumberdaya Alam]]></category>
		<category><![CDATA[agribisnis]]></category>
		<category><![CDATA[BPS]]></category>
		<category><![CDATA[ganesha]]></category>
		<category><![CDATA[Produksi padi]]></category>
		<category><![CDATA[Sawah]]></category>
		<category><![CDATA[Statistik]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Tapanuli Selatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kasitau.info/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara melansir telah terjadi penurunan total lahan sawah sebesar 4,76 persen bila dibandingkan pada tahun 2006. Produksi padi di Kabupaten Tapanuli Selatan pada kurun waktu 2000 hingga 2007, juga dilaporkan BPS Kabupaten Tapanuli Selatan (2008), cenderung berkurang, dengan rata-rata penurunan produksi pertahun sebesar 1,91 persen. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_95" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-95" href="http://www.kasitau.info/2010/01/sambungan-mata-pencaharian-masyarakat-dan-dampaknya5/bt_livelihood_landcover-3/"><img class="size-medium wp-image-95" title="Penutupan Lahan di Batang Toru Blok Barat Bagian Selatan" src="http://www.kasitau.info/wp-content/uploads/BT_livelihood_landcover3-300x276.png" alt="BT_livelihood_landcover " width="300" height="276" /></a><p class="wp-caption-text">Penutupan Lahan di Batang Toru Blok Barat Bagian Selatan</p></div>
<p><a class="wp-caption" title="Artikel sebelumnya" href="http://www.kasitau.info/2010/01/mata-pencaharian-masyarakat-dan-dampaknya-terhadap-hutan-di-sumatera-utara4/" target="_self">&#8230; sebelumnya</a></p>
<p>Pada tahun 2007, Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara melansir telah terjadi penurunan total lahan sawah sebesar 4,76 persen bila dibandingkan pada tahun 2006. Produksi padi di Kabupaten Tapanuli Selatan pada kurun waktu 2000 hingga 2007, juga dilaporkan BPS Kabupaten Tapanuli Selatan (2008), cenderung berkurang, dengan rata-rata penurunan produksi pertahun sebesar 1,91 persen. Hal ini menunjukkan bahwa ketersediaan lahan sawah yang terus berkurang, hasil panen padi yang cenderung turun, dan jumlah penduduk yang terus bertambah akan menjadi ancaman serius bagi kelestarian hutan, khususnya hutan di Batang Toru. Jika kondisi demikian tidak diintervensi dengan kebijakan dan program pertanian terpadu, maka gap antara sumberdaya lahan, jumlah penduduk dan hasil panen padi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari akan semakin besar.</p>
<p>Dalam salah satu artikel di <a class="wp-caption" title="klik aja, jgn ragu!" href="http://www.agribisnis-ganesha.com">agribisnis-ganesha</a> dikatakan bahwa menurunnya sektor pertanian padi di Indonesia merupakan kenyataan yang tidak bisa dipungkiri dan ditutup-tutupi. Ada semacam anomali dalam usaha budidaya padi, sebagai produk strategis yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat dan permintaannya terus meningkat sejalan dengan pertambahan penduduk, seharusnya usaha budidaya padi berkembang. Kenyataannya, usaha budidaya padi bukan saja tidak berkembang tetapi terus menurun bahkan nyaris ditinggalkan oleh para petani karena dianggap sudah tidak menguntungkan. Dan Desa Sibulan-bulan bisa jadi adalah salah satu desa yang akhirnya akan meninggalkan usaha budidaya padi di masa yang akan datang jika persoalan pertaniannya saat ini tidak terpecahkan, dan kemudian membalak hutan menjadi sumber penghasilan. Kemudian Desa Tanjung Rompa menjadi salah satu desa yang penduduknya banyak yang merambah hutan untuk dikonversi menjadi lahan pertanian.</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.kasitau.info%2F2010%2F01%2Fsambungan-mata-pencaharian-masyarakat-dan-dampaknya5%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px;margin-top:5px;"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kasitau.info/2010/01/sambungan-mata-pencaharian-masyarakat-dan-dampaknya5/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>(Sambungan) Mata Pencaharian Masyarakat dan Dampaknya&#8230;</title>
		<link>http://www.kasitau.info/2010/01/mata-pencaharian-masyarakat-dan-dampaknya-terhadap-hutan-di-sumatera-utara4/</link>
		<comments>http://www.kasitau.info/2010/01/mata-pencaharian-masyarakat-dan-dampaknya-terhadap-hutan-di-sumatera-utara4/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jan 2010 03:25:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iis Sabahudin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sumberdaya Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Batang Toru]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Hama]]></category>
		<category><![CDATA[Kayu]]></category>
		<category><![CDATA[Padi]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<category><![CDATA[pupuk]]></category>
		<category><![CDATA[raja hutan]]></category>
		<category><![CDATA[Sawah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kasitau.info/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Perbedaan perlakuan terhadap sawah di tiga desa yang diamati menunjukkan indikasi bahwa perilaku petani dalam budidaya pertanian akan menghasilkan dampak yang berbeda pada hasil panen yang diperoleh. Asupan pupuk kimia bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan dalam memperoleh hasil panen yang lebih banyak dan berkualitas. Walaupun mempunyai korelasi yang positif antara pemberian pupuk kimia dengan hasil panen padi. Namun tingkat signifikansinya berada pada tingkat sedang saja, yakni sebesar  47 persen. 53 persen sisanya diperkirakan kuat dari perilaku petani dalam usaha budi daya padi. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="wp-caption" href="http://www.kasitau.info/2010/01/mata-pencaharian-masyarakat-dan-dampaknya-terhadap-hutan-di-sumatera-utara3" target="_self">&#8230; sebelumnya</a></p>
<p><a rel="attachment wp-att-70" href="http://www.kasitau.info/2010/01/mata-pencaharian-masyarakat-dan-dampaknya-terhadap-hutan-di-sumatera-utara4/p1130503/"><img class="alignleft size-full wp-image-70" title="P1130503" src="http://www.kasitau.info/wp-content/uploads/P1130503.jpg" alt="" /></a>Perbedaan perlakuan terhadap sawah di tiga desa yang diamati menunjukkan indikasi bahwa perilaku petani dalam budidaya pertanian akan menghasilkan dampak yang berbeda pada hasil panen yang diperoleh. Asupan pupuk kimia bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan dalam memperoleh hasil panen yang lebih banyak dan berkualitas. Walaupun mempunyai korelasi yang positif antara pemberian pupuk kimia dengan hasil panen padi. Namun tingkat signifikansinya berada pada tingkat sedang saja, yakni sebesar  47 persen. 53 persen sisanya diperkirakan kuat dari perilaku petani dalam usaha budi daya padi.</p>
<p>Dalam kaitannya pola pertanian masyarakat dengan hutan Batang Toru, maka Desa Sibulan-bulan mempunyai kerentanan yang tinggi terhadap pembukaan hutan. Hal ini disebabkan karena hasil panen yang mereka hasilkan persatuan luas lahannya adalah paling kecil dibanding dua desa yang lainnya. Kemudian kebanyakan dari mereka tidak punya sawah sendiri, agar mempunyai bahan makanan mereka harus menyewa sawah atau membagi sepertiga hasil panennya dengan pemilik sawah. Pemilik lahan atau sawah kebanyakan adalah raja huta dan keluarganya, yang jumlahnya di kampung menurut masyarakat kurang lebih 10 orang. Kondisi demikian dapat menjadi salah satu faktor pendorong masyarakat masuk ke hutan, terlebih ketika serangan hama menggagalkan panen sawah mereka. Sedangkan komoditas lain yang bisa diandalkan untuk menopang perekonomian tidak banyak. Kebun karet misalnya, banyak yang sudah tua dan kurang produktif.</p>
<p>Sedangkan pola pertanian di Desa Padang Bujur dan Desa Tanjung Rompa masih lebih baik dari Desa Sibulan-bulan. Lahan sawah yang mereka olah merupakan milik pribadi, sehingga mereka punya kedaulatan atas lahannya. Walaupun demikian, kecilnya luas lahan yang dimiliki setiap petani Tanjung Rompa saat ini akan menjadi persoalan di kemudian hari ketika jumlah penduduk semakin bertambah namun berbanding terbalik dengan kuantitas hasil panen yang tidak meningkat karena tidak ada inovasi teknik budidaya yang dapat memberikan hasil yang maksimal dan terbatasnya lahan pertanian. Hal ini dapat memicu masyarakat masuk ke hutan untuk membuka areal pertanian baru atau mengambil kayu untuk dijual demi memenuhi keperluan hidup.</p>
<p style="text-align: right;"><a class="wp-caption" title="nyambung ke artikel 5" href="http://www.kasitau.info/2010/01/sambungan-mata-pencaharian-masyarakat-dan-dampaknya5/"><span class="wp-caption">bersambung&#8230;</span></a></p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.kasitau.info%2F2010%2F01%2Fmata-pencaharian-masyarakat-dan-dampaknya-terhadap-hutan-di-sumatera-utara4%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px;margin-top:5px;"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kasitau.info/2010/01/mata-pencaharian-masyarakat-dan-dampaknya-terhadap-hutan-di-sumatera-utara4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wawancara dengan Ustadz Yusuf Mansur (bag 3, selesai)</title>
		<link>http://www.kasitau.info/2010/01/wawancara-dengan-ustadz-yusuf-mansur-bag-3-selesai/</link>
		<comments>http://www.kasitau.info/2010/01/wawancara-dengan-ustadz-yusuf-mansur-bag-3-selesai/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2010 19:07:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iis Sabahudin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info ttg Inspired Person]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah]]></category>
		<category><![CDATA[sinetron]]></category>
		<category><![CDATA[teladan]]></category>
		<category><![CDATA[uswatun hasanah]]></category>
		<category><![CDATA[wawancara]]></category>
		<category><![CDATA[Yusuf Mansur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kasitau.info/2010/01/wawancara-dengan-ustadz-yusuf-mansur-bag-3-selesai/</guid>
		<description><![CDATA[ &#8230;Sambungan
Kalau dalam urusan sedekah itu kita bicara doing is believing. Lakuin saja nanti elo pada percaya. Saya menulis buku berjudul 5+1 yang berisi cerita-cerita yang mengagumkan. 5 + 1 itu artinya begini. Satu kita kudu tahu bahwa setiap kebaikan itu betul-betul akan berbuah kebaikan, termasuk sedekah. Yang kedua setelah tahun kita harus yakin. Habis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-130" href="http://www.kasitau.info/2010/01/wawancara-dengan-ustadz-yusuf-mansur-bag-3-selesai/ustad-yusuf-mansur/"><img class="alignleft size-full wp-image-130" title="ustadz yusuf mansur" src="http://www.kasitau.info/wp-content/uploads/ustad-yusuf-mansur.jpg" alt="" width="80" height="100" /></a> &#8230;Sambungan</p>
<p>Kalau dalam urusan sedekah itu kita bicara doing is believing. Lakuin saja nanti elo pada percaya. Saya menulis buku berjudul 5+1 yang berisi cerita-cerita yang mengagumkan. 5 + 1 itu artinya begini. Satu kita kudu tahu bahwa setiap kebaikan itu betul-betul akan berbuah kebaikan, termasuk sedekah. Yang kedua setelah tahun kita harus yakin. Habis yakin kita harus amalkan sendiri. Kenapa harus diamalkan? Untuk membuktikan kebenarannya itu! Yang ke lima kita harus rasakan sendiri. Yang ke enam adalah ceritakan apa yang kita lakukan. Karena saya tahu, yakin, membuktikan dan merasakan baru diceritakan baik lewat taushiyah ataupun lewat visualisasi sinetron didukung oleh teman-teman Sinemart dan RCTI.<br />
Perkara kemudian apakah orang mau mengikuti, itu menjadi terserah mereka. Mau melakukan mereka untung, tidak mau tidak ada pilihan buat mereka. Karena kalau mau masalahnya selesai, keinginan tercapai, mereka harus berbuat baik dan berhenti menjadi yang buruk.<br />
Bagaimana menghindari kemungkinan bahwa orang kemudian tidak akan berusaha dan selalu berharap pada mukjizat.<br />
Lho, usaha orang yang bermasalah itu, mendekatkan diri kepada Allah itu usaha. Tidak bisa dibilang tidak usaha. Secara psikologis misalnya begini, istri anda sedang sakit di rumah sakit. Kemudian Allah dan rasulnya menawarkan, kalau istri mau cepat sembuh segera berbuat baik pada orang lain. Nah anda kemudian berjalan dengan istri yang sedang sakit itu menyambangi orang-orang yang sudah mau dipotong kakinya, orang yang sudah nafasnya sudah mau mati, seketika itu menjadi obat juga. Dan itu adalah usaha. Dalam artian menyadari mereka sakit tapi tak punya duit buat berobat. Saya sakit, istri saya sakit tapi bisa ke rumah sakit manapun mampu. Orang lain sakit, tidak punya cucu, tidak punya anak, kerabat di sekitar tempat tidur dia. Saya sakit, subhanallah banyak orang di sekitar saya. Itu sudah menjadi obat. Makanya ada efek psikologis yang mungkin Allah dan rasulnya tidak mensyiarkan secara langsung. Kitalah yang merasakan. Kita punya hutang 70 juta. Rasul bilang, sudahlah, jalan ke warung-warung kecil, ke tetangga, kasih mereka makan. Kemudian kita jalan dan menyadari bahwa kita punya utang 70 juta tapi masih bisa makan. Akhirnya kepercayaan diri kita tumbuh. Ketenangan ada. Begitu kepercayaan ada, ketenangan ada, kita bisa memulai lagi hidup yang baru. Hidup dengan jiwa yang segar, pemahaman yang baik terhadap kehidupan ini.<br />
Ada tanggapan atau komentar dari penonton?<br />
Komentarnya menarik-menarik. Bahkan mengharukan buat saya. Ada yang nonton kemudian paginya daftar haji, ada yang langsung mengajak ibunya berhaji. Saya bacanya menetes air mata saya. Ada yang mengaku, masya Allah, sudah lama saya tidak bersedekah. Jadi malam itu selesai menonton dia pergi keluar rumah mencari orang-orang yang bisa dia sedekahi karena takut keburu mati. Nah efek seperti inilah yang kita ingin supaya terjadi gelombang kebaikan di tanah air sehingga negeri ini menjadi baik.<br />
Perasaan anda setelah dapat masukan dari penonton?<br />
Inilah pentingnya berbuat baik supaya kita sendiri jadi bahagia. Kebahagiaan itu bukan pada menerima tapi pada memberi. Saya bismillah, ini adalah sedekah saya juga, gitu kan. Sedekah ide cerita, sedekah pikiran, sedekah tenaga. Ketika dapat respon dari masyarakat, saya tidak berpikir ingin mendapatkan popularitas. Saya berpikir tentang bahwa saya sudah masuk di mata rantai kebaikan. Jadi demi Allah ketika ada orang bilang ustad, saya daftar haji besok, saya merasa itu adalah ibadah saya dan teman-teman lain juga yang ikut mengusung sinetron ini. Allah mengatakan dalam surat An Nisa ayat 85 bahwa perbuatan baik itu bukan pada yang kita lakukan saja tapi yang orang lakukan gara-gara kita mendorong perbuatan baik itu menjadi ada. Jadi rasanya bahagia betul hati ini terutama ketika saya melihat hasilnya seperti tidak percaya bahwa ini kerja tim yang betul-betul mengagumkan. Kisahnya betul-betul mengharukan dan membuat orang menjadi termotivasi.</p>
<p>(Sumber: http://anotherfool.wordpress.com)</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.kasitau.info%2F2010%2F01%2Fwawancara-dengan-ustadz-yusuf-mansur-bag-3-selesai%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px;margin-top:5px;"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kasitau.info/2010/01/wawancara-dengan-ustadz-yusuf-mansur-bag-3-selesai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wawancara dengan Ustadz Yusuf Mansyur (bag 2)</title>
		<link>http://www.kasitau.info/2010/01/wawancara-dengan-ustadz-yusuf-mansyur-bag-2/</link>
		<comments>http://www.kasitau.info/2010/01/wawancara-dengan-ustadz-yusuf-mansyur-bag-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 19:07:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iis Sabahudin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info ttg Inspired Person]]></category>
		<category><![CDATA[sinetron]]></category>
		<category><![CDATA[syahrul gunawan]]></category>
		<category><![CDATA[teladan]]></category>
		<category><![CDATA[uswatun hasanah]]></category>
		<category><![CDATA[wawancara]]></category>
		<category><![CDATA[Yusuf Mansur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kasitau.info/2010/01/wawancara-dengan-ustadz-yusuf-mansyur-bag-2/</guid>
		<description><![CDATA[ &#8230;sambungan
Ada contoh testimoni lain yang akan disinetronkan?
Kisah lain diperankan oleh Syahrul Gunawan yang diambil dari buku saya berjudul Manusia Berbuat, Tuhan Bercanda.
Jadi suatu hari ada anak muda, karyawan. Dia lari pagi. Kemudian dia lihat ada rumah dijual dengan harga 100 juta. Dia ketok pintunya. Keluar ibu-ibu pemilik rumah. Diapun bertanya. Si karyawan menanyakan apa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-130" href="http://www.kasitau.info/2010/01/wawancara-dengan-ustadz-yusuf-mansur-bag-3-selesai/ustad-yusuf-mansur/"><img class="alignleft size-full wp-image-130" title="ustadz yusuf mansur" src="http://www.kasitau.info/wp-content/uploads/ustad-yusuf-mansur.jpg" alt="" width="80" height="100" /></a> &#8230;sambungan</p>
<p>Ada contoh testimoni lain yang akan disinetronkan?<br />
Kisah lain diperankan oleh Syahrul Gunawan yang diambil dari buku saya berjudul Manusia Berbuat, Tuhan Bercanda.<br />
Jadi suatu hari ada anak muda, karyawan. Dia lari pagi. Kemudian dia lihat ada rumah dijual dengan harga 100 juta. Dia ketok pintunya. Keluar ibu-ibu pemilik rumah. Diapun bertanya. Si karyawan menanyakan apa rumah itu betul-betul dijual. Dia bilang iya. 100 juta. Si karyawan bilang, nanti kalau ada duit saya balik.<br />
Beberapa hari kemudian si anak muda kedatangan tamu yang tak lain adalah kawan bapaknya yang banyak sekali budinya ke si bapak. Orang ini menitip surat yang intinya meminta uang 10 juta. Si anak muda ini tahu bahwa bapaknya tidak punya uang. Maka ia memilih mendiamkan surat ini dengan kebingungan. Kalau disampaikan ayahnya bingung, tapi kalau tidak disampaikan ini amanah.<br />
Akhirnya setelah berhari-hari dia diamkan surat ini, dia memutuskan sesuatu yang hebat. Sesuatu yang menurut Allah adalah terbaik seperti tercantum di Ali Imron ayat 92 yang menyebutkan kita akan diberi yang terbaik oleh Allah kalau kita juga memberi yang terbaik. Ternyata si anak muda ini memilih menjual motornya. Motornya Honda Tiger dijual seharga 14 juta. Empat juta dibelikan motor yang lebih murah, yang sepuluh juta diberikan pada teman bapaknya itu.<br />
Setelah itu dia dipindahkan kerja. Di sana dia kenalan dengan seorang perempuan yang belakangan menjadi istrinya. Dan dia adalah anak dari si ibu yang rumahnya di jual itu.<br />
Apakah semua ini kisah nyata?<br />
Betul! Insya Allah ini live testimonial. Insya Allah. Hanya ada etika saja kita tidak bisa memberi tahu, menghindari hal yang tidak di inginkan. Jadi ini bolehlah saya bilagn 50 persen ketika sudah naik ke sinetron idenya nyata. 50 persen lagi tentu bumbu. Jadi kisah semalam ketika ada haji yang kelihatannya tokoh konflik, itu diciptakan supaya unsur konflik di sinetron itu tetap ada.<br />
Bagaimana meyakinkan kalau ada yang menganggap bahwa hal seperti ini tidak logis dan menganggap bahwa ini hanya kasus tertentu yang mungkin memang begitu garisnya. Bagaimana menjelaskan pada semua orang bahwa ada sesuatu yang tidak dijelaskan tapi bisa terjadi?</p>
<p>Bersambung&#8230;</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.kasitau.info%2F2010%2F01%2Fwawancara-dengan-ustadz-yusuf-mansyur-bag-2%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px;margin-top:5px;"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kasitau.info/2010/01/wawancara-dengan-ustadz-yusuf-mansyur-bag-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wawancara dengan Ustadz Yusuf Mansur</title>
		<link>http://www.kasitau.info/2010/01/wawancara-dengan-ustadz-yusuf-mansur/</link>
		<comments>http://www.kasitau.info/2010/01/wawancara-dengan-ustadz-yusuf-mansur/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jan 2010 19:07:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iis Sabahudin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info ttg Inspired Person]]></category>
		<category><![CDATA[sinetron]]></category>
		<category><![CDATA[teladan]]></category>
		<category><![CDATA[uswatun hasanah]]></category>
		<category><![CDATA[wawancara]]></category>
		<category><![CDATA[Yusuf Mansur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kasitau.info/2010/01/wawancara-dengan-ustadz-yusuf-mansur/</guid>
		<description><![CDATA[Artikel ini saya salin dari http://anotherfool.wordpress.com yang merupakan rekaman interview dengan Ustadz Yusuf Mansur pada 10 Januari 2006. Dalam konteks isi dari rekaman ini saya pandang tidaklah kadaluarsa. Saya tidak minta izin pada pemilik blog sumber artikel ini, semoga saja beliau ikhlas dan kita doakan diganjar setimpal oleh Allah swt, amin.
Catatan: Wawancara ini dilakukan via telepon [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-130" href="http://www.kasitau.info/2010/01/wawancara-dengan-ustadz-yusuf-mansur-bag-3-selesai/ustad-yusuf-mansur/"><img class="alignleft size-full wp-image-130" title="ustadz yusuf mansur" src="http://www.kasitau.info/wp-content/uploads/ustad-yusuf-mansur.jpg" alt="" width="80" height="100" /></a>Artikel ini saya salin dari http://anotherfool.wordpress.com yang merupakan rekaman interview dengan Ustadz Yusuf Mansur pada 10 Januari 2006. Dalam konteks isi dari rekaman ini saya pandang tidaklah kadaluarsa. Saya tidak minta izin pada pemilik blog sumber artikel ini, semoga saja beliau ikhlas dan kita doakan diganjar setimpal oleh Allah swt, amin.</p>
<p>Catatan: Wawancara ini dilakukan via telepon pada hari Senin, 9 Januari 2006, sehubungan dengan penayangan perdana Sinetron “Maha Kasih” yang digagas oleh Ustadz Yusuf Mansur bersama dengan SinemArt dan RCTI. Ulasannya dapat dibaca di sini. Terimakasih kepada Ustadz Yusuf Mansur yang telah bersedia di wawancarai.<br />
Apa sebenarnya misi sinetron ini, yang membedakannya dengan sinetron lain?<br />
Kalau sinetron lain mungkin bertutur supaya orang menghindari perbuatan buruk. Kalau Maha Kasih lebih tajam lagi kepada supaya mendorong orang melakukan perbuatan baik. Dan kebetulan sinetron ini oleh Sinemart di usung istimewa. Jadi produsernya, Pak Leo Sutanto dan Pak Heru membesut ide-ide ini dan skenarionya ditulis oleh Imam Tantowi, seorang penulis skenario senior di Indonesia, ditambah pula dengan Ibu Hajjah Ida Farida. Pemain-pemainnya pun pemain papan atas. (Red: Mat Solar, Marshanda, Tora Sudiro, Desy Ratnasari, Didi Petet, Krisha Mukti dll). Jadi kami ingin menyuguhkan sesuatu yang berbeda. Kebetulan ini menjadi salah satu pionir di tanah air setelah Kiamat Sudah Dekat. Jadi menjadi warna sendiri. Misinya adalah supaya orang tergerak melakukan perbuatan baik.<br />
Dari mana anda mendapat ide cerita?<br />
Setelah saya keluar dari penjara yang kedua kalinya di tahun 1999, saya berinteraksi dengan sedekah. Ketika saya membuka klinik konseling dan spiritual dari satu daerah ke daerah lain selama lima tahun saya dan teman-teman di pondok pesantren dan majelis bergerak melayani masyarakat, membantu keinginan mereka dengan jalan bersedekah. Saya dan kawan-kawan menjadi kaya dengan testimoni sedekah.<br />
Contohnya saja tentang seorang perempuan berusia 37 tahun yang tidak kunjung dapat jodoh. Setelah balik dari berkonsultasi dengan kami dia langsung mampir ke masjid terdekat dan menanyakan apa yang bisa disumbangkan. Kebetulan masjid tersebut perlu donatur untuk lantai yang sedang di lelang. Permeternya 150 ribu. Si perempuan yang sudah 37 tahun belum punya jodoh itu bersedekah 600 ribu atau empat meter lantai. Subhanallah, dalam seminggu setelah itu, ada empat orang yang melamar dia.<br />
Nah kisah-kisah ini bisa menjadi baik kalau kita sampaikan pada orang lain supaya orang lain tergerak. Jadi kita memberi contoh. Dalam ucapan saya saja sudah menggerakkan, apalagi dalam visualisasi.<br />
Alhamdulillah, banyak testimoni dari daerah-daerah. Sejauh ini kami sudah menyiapkan 50 naskah yang sudah siap diangkat ke layar kaca. Target awal Cuma 13 episode, tapi pihak stasiun membuka diri selebar-lebarnya. Yang penting masyarakat masih menghendaki. Dan kita tidak akan berubah jalur. Saya memilih mundur kalau begitu..<br />
Bersambung&#8230;</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.kasitau.info%2F2010%2F01%2Fwawancara-dengan-ustadz-yusuf-mansur%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px;margin-top:5px;"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kasitau.info/2010/01/wawancara-dengan-ustadz-yusuf-mansur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gus Dur Mendapat First Freedom Award 2010</title>
		<link>http://www.kasitau.info/2010/01/gus-dur-mendapat-first-freedom-award-2010/</link>
		<comments>http://www.kasitau.info/2010/01/gus-dur-mendapat-first-freedom-award-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 19:07:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iis Sabahudin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info ttg Inspired Person]]></category>
		<category><![CDATA[Abdurrahman Wahid]]></category>
		<category><![CDATA[Demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[First Freedom Award 2010.]]></category>
		<category><![CDATA[First Freedom Center]]></category>
		<category><![CDATA[Gus Dur]]></category>
		<category><![CDATA[Toleransi beragama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kasitau.info/2010/01/gus-dur-mendapat-first-freedom-award-2010/</guid>
		<description><![CDATA[Atas konsistensi memperjuangkan demokrasi dan toleransi beragama,  First Freedom Center menganugerahkan KH. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur First Freedom Award 2010. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-140" href="http://www.kasitau.info/2010/01/gus-dur-mendapat-first-freedom-award-2010/gus-dur-wafat/"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-140" title="Gus-Dur-Wafat" src="http://www.kasitau.info/wp-content/uploads/Gus-Dur-Wafat-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Atas konsistensi memperjuangkan demokrasi dan toleransi beragama,  First Freedom Center menganugerahkan KH. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur First Freedom Award 2010. Ini merupakan penghargaan tahunan bergengsi bagi mereka yang dinilai gigih dalam memperjuangkan kebebasan berpikir, HAM bagi seluruh keyakinan, tradisi dan agama. Penghargaan itu biasanya dibagi untuk tiga kategori: Virginia, nasional, dan internasional.</p>
<p>First Freedom Center merupakan lembaga yang berusaha memperjuangkan kesepahaman dan penghormatan kepada kebebasan beragama melalui pendidikan dan sejumlah program lainnya. Lembaga ini didirikan pada 1984 saat akan merayakan peringatan dua abad dari Statuta Virginia untuk Kebebasan Beragama, yang kemudian tahun 1786 oleh Majelis Umum Virginia.</p>
<p>Sejak masa kediktatoran Soeharto, sebagai tokoh yang memiliki banyak pengikut lintas profesi dan kelompok, Gus Dur amat gigih memperjuangkan toleransi dan pluralisme. Sikap itu juga ditunjukkan mantan pemimpin ormas keagamaan terbesar itu hingga ajal menjemputnya. Pada tahun 2004, setelah masa kepresidenannya, Gus Dur mendirikan The Wahid Institute, sebuah pusat penelitian yang mempromosikan toleransi dan pengertian di dunia melalui pertukaran dan penyebaran pemikiran Islam progresif.  &#8221;Gus Dur terus mendukung pemerintah sekuler untuk Indonesia, membela agama minoritas, dan kampanye melawan ekstremisme agama di seluruh dunia,&#8221; seperti dikutip firstfreedom.org.</p>
<p>Di tahun-tahun sebelumnya, sejumlah tokoh yang telah menerima penghargaan ini antara lain Madeleine K. Albright (mantan U.S. Secretary of State), Dr. Garry Wills (pemenang Pulitzer Prize);  Tony Blair (Perdana Menteri Inggris), dan M. Farooq Kathwari (Pimpinan dan CEO Ethan Allen dan pendiri Kashmir Study Group). Tahun 2006 Václav Havel mantan Presiden Cekoslovakia juga menerima penghargaan yang lazimnya digelar setiap Januari itu.</p>
<p>Pada tahun ini, selain  Gus Dur dua tokoh lain yang menerima penghargaan adalah Felice Gaer untuk level nasional dan  Profesor Melissa Rogers untuk level Virginia. Felice Gaer Direktur the Jacob Blaustein Institute untuk pengembangan HAM Komite Yahudi Amerika sejak 1993, dan salah seorang anggota terkemuka dari USCIRF (U.S. Commission on International Religious Freedom) sejak 2001. Adapun Melissa Rogers, Direktur the Divinity School&#8217;s Center for Religion and Public Affairs sejak 2003. Pada 2009, Presiden Obama menunjuknya sebagai Advisory Council on Faith-Based and Neighborhood Partnerships, kelompok yang terdiri dari 25 pemimpin dan ahli di bidang agama. Penulis Religious Freedom and the Supreme Court ini pernah memberi kesaksian di depan Kongres terkait isu kebebasan beragama.</p>
<p>Sedianya penghargaan ini akan digelar pada 14 Januari mendatang di Hotel Richmond Marriott, Virginia, Amerika Serikat. Sayanganya, sebelum acara itu Gus Dur lebih dulu meninggal akibat komplikasi penyakit pada 30 Desember 2009 di RSCM Jakarta pukul 18.45 WIB (AMDJ). [Disalin dari gusdur.net]</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.kasitau.info%2F2010%2F01%2Fgus-dur-mendapat-first-freedom-award-2010%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px;margin-top:5px;"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kasitau.info/2010/01/gus-dur-mendapat-first-freedom-award-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
